i proud to be SINGLE
Beberapa hari yang lalu, selesai diklatsar kopma, ada satu orang panitia yang -entah kenapa- minta foto bareng. Setelah kejadian itu, minggu-minggu berikutnya tiap kali aku masuk ke ruang kelas jurusan, mau ke kopma, atau pergi makan dengan someone, suitan-suitan, godaan-godaan genit, bahkan permintaan traktiran selalu menyertai aku. Gak cukup dengan itu, temen-temen yang kenal (ataupun sekedar tahu) orang itu, terang-terangan bilang: “Manda, ada salam tuh dari bla bla bla”, atau, “Mandaaa.. minta foto barengnya doong..”, atau juga, “Nda, dicari’in bla bla bla tuh!”, yang paling ekstrem: “Nda, gimana neh hubunganmu sama bla bla bla?” *ngelus dada*
Tapi, dibalik itu semua, aku ngerasa kok kayaknya ada satu orang yang ‘gak bener-bener tulus godain’ aku (ehm, bukan’e aku minta digodain ya! =.=). Tiap kali aku digoda anak-anak, satu orang ini kentara banget keliatan gak seneng, dan jujur, itu bikin aku gak nyaman dan risih (apalagi ditambah risih gara-gara digodain anak-anak!). Bahkan gak jarang dia juga ‘agak’ melebih-lebihkan dirinya, dan agak-agak nyindir aku. Well, gak penting sih buat aku.
Yang aku mau share disini, adalah ketika aku ditanya seorang temenku waktu kerja kelompok: “Nda, kamu kok keliatannya gak tertarik dengan cowok sih? Udah pernah pacaran belum sih kamu?”
OMG! I’m a normal girl, you know!
Hal pertama yang harus diketahui setiap orang adalah: Aku tidak diciptakan untuk membuat seorang pria menjadi utuh! Aku tidak diciptakan untuk mengisi kekosongan hati seorang pria. Kekosangan hati hanya bisa ditutupi dan dipenuhi oleh Tuhan, and I’m not God. Sekalipun ada lagu God is a girl
Lagu ngawur.
Salah satu ilustrasi yang paling menarik waktu aku dengar kothbahnya Jeffry Rahmat adalah kisah dua gelas. Jika ada 1 gelas penuh berisi air, dan gelas yang lain hanya separuh, kedua gelas ini gak akan pernah penuh sampe kapanpun, karena gelas gak bisa menghasilkan air, betul ndak? Waktu satu gelas berusaha ‘memenuhkan’ gelas yang lain, sudah pasti isi gelas yang berusaha memenuhi gelas lain itu akan berkurang, dan gelas ini gak menjadi gelas yang berisi utuh lagi. Sekalipun gelas yang lain penuh, tetep aja gelas yang satu ini kosong.
Begitu juga dalam sebuah hubungan, waktu si cowok berusaha mencari kekosongan hatinya ke cewek, hasilnya juga akan sama dengan gelas itu. Salah satu akan jadi manusia yang ‘kosong’. Yang lebih parah malah waktu si cowok ngerasa gak penuh-penuh, sedangkan si cewek udah ‘kosong’ karena berusaha memenuhi si cowok, si cowok bakal bosen dan mencari cewek lain yang bisa ‘mengisi’ kekosongan hatinya tadi!
Wiih.. ngeri bukan?
Makanya kenapa banyak pasangan yang putus-nyambung, kenapa ada pasangan suami-istri yang kawin cerai, hanya karena mereka tidak utuh!
Maka dari itu, aku akan memenuhi kekosongan hatiku dulu. Baru ketika udah penuh nanti, aku juga bakal ketemu dengan seorang pria yang single, utuh, complete, yang mengenal siapa dirinya. Orang itulah yang akan aku tolong! Karena wanita diciptakan untuk menjadi seorang penolong bagi pria, bukan untuk mengisi kekosongan hati pria!
Sifat dasar wanita adalah menerima. So, aku akan jadi cewek yang ‘menunggu’ seseorang yang membutuhkan pertolonganku
i’m proud to be a SINGLE


